REFLEKSI I PERKULIAHAN FILSAFAT PENDIDIKAN
REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : PROF. DR. MARSIGIT, MA
Pertemuan ke-1 : Rabu, September 2018
Nama : Woro Sri
Hastuti
Prodi : S3 Dikdas 2018
NIM : 18706261003
Deskripsi
Perkuliahan:
Perkuliahan diawali dengan
pertanyaan “apa relevansi budaya dengan pendidikan?” setiap mahasiswa menjawab
pertanyaan sesuai versi masing-masing.
Sebelum membahas jawaban pertanyaan
mahasiswa, Prof Marsigit menyampaiakn adab berfilsafat.
1.
Adab berfilsafat adalah filsafat itu sendiri
yang kemudian ada banyak cabang dari pokok, sub pokok, cabang, ranting.
2.
Sebelum mempelajari filsafat, kokohkan hati,
mantapkan spiritual/aqidah
3.
Filsafat adalah olah pikir. Maka ibarat
menerbangkan layang-layang, benang pengendali layang-layang adalah
hati/iman/spiritual/ aqidah/syariat. Jangan sampai benang putus ketika
layang-layang terbang tinggi. Ilmu dicari harus memperkokoh iman dan taqwa.
Jika ada yang mengatakan kitab suci adalah fana maka tinggalkan
4.
Berdoa sebelum berpikir. Setinggi-tinggi ilmu
adalah ilmu Tuhan. Berfilsafat adalah mengembarakan pikiran. Setinggi-tinggi
ilmu adalah di dalam hati maka jangan berharap mengerti hati hanya dengan
berpikir. Iman dan taqwa adalah rahasia hati. Pikiran hanya 2% dan 98% lainnya
adaah kuasa Tuhan. Filsafat adalah dirimu, yahudi, rusia, dan lain-lain jadi
filsafat adalah semuanya/ apasaja.
5.
Tidak ada keraguan melangkah dalam mempelajari
filsafat. Filsafat lebih cepat dari sinar dan lebih keras dari batu.
6.
Jika berfilsafat merasa jelas, maka akan
terperangkap kedalam kejelasan itu sendiri karena kemudian tidak ada lagi
ikhtiar. Sebenar-benarnya jelas hanyalah milik Allah. Apa saja yang
dipikirkan, dilihat, didengar, dicatat
adalah fatamorgana.
7.
Sebenar-benarnya filsafat adalah penjelasan.
Ciri orang berfilsafat adalah dapat menjelaskan dan dapat menguraikan. Filsafat
adalah bahasa
8.
Filsafat adalah dimensi/hierarki--- maqom. Orang
memiliki maqom lebih tinggi terhadap sesuatu ketika memiliki pemahaman terhadap
sesuatu itu lebih baik.
Semua jawaban mahasiswa atas
pertanyaan awal tadi adalah benar dan bisa juga salah. Benar karena telah
menyebutkan sebagian, dan salah karena tidak ada yang bisa menyebutkan
keseluruhan.
Pemahaman
saya
Sebelum orang (mahasiswa)
mempelajari filsafat, maka ada adab atau aturan yang harus dipahami dan diikuti
agar tidak terjerumus kedalam pemahaman yang salah akhirnya berakibat kepada
perilaku yang salah. Filsafat adalah olah pikir, yang bersifat fatamorgana,
setinggi-tingginya ilmu adalah milik Tuhan. Semua yang ilmu yang dipelajari
harus memperkokoh iman dan taqwa, karena pikiran hanyalah 2%, sedangkan sisanya
adalah kuasa Allah. Pertanyaan awal yang disampaikan Prof Marsigit
adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang kita ketahui hanyalah sebagian kecil
dari keseluruhan.
Manfaat
yang saya petik dari perkuliahan ini
Seberapa tinggi dan dalamnya
pengetahuan kita terhadap sesuatu, hanyalah setitik pengetahuan dari
pengetahuan yang sesungguhnya. Orang yang telah belajar filsafat, maka tidak
ada kesombongan didalamnya, karena semua yang hakiki adalah milik Allah. Semua
pencarian ilmu adalah dalam usaha memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah bukan
sebaliknya.
Hal
yang ingin saya ketahui
Apa berbedaan filsafat ilmu dengan
filsafat pendidikan?
Referensi:
Komentar
Posting Komentar