Refleksi 4 Perkuliahan Filsafat Pendidikan


REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU    : PROF. DR. MARSIGIT, MA
Pertemuan ke-4           : Rabu, 03 Oktober 2018
Nama                                : Woro Sri Hastuti
Prodi                                 : S3 Dikdas 2018
NIM                                   : 18706261003
Deskripsi Perkuliahan:
Perkuliahan diawali dengan kuis jawab singkat. Selanjutnya dibahas tentang hal-hal berikut ini.
A membangun B
Saya adalah sifat. Sifat membangun/ menghasilkan sifat. Gempa membangun tsunami. Jika dituliskan dengan simbol maka A membangun B. A dan B merentang apa saja. Cara berpikir yang digunakan dalam analogi ini adalah berpikit intensif. Filsafat adalah penjelasan (logis). Contohnya: batu membangun rumah. Makna secara filsafat adalah sebuah batu memiliki sifat konotasi sebuah rumah. Rumahnya para nab adalah dunia dan akhirat. Unsur ilmu dilambangkan dengan Semar. Ruh atau arwah dilambangkan dengan bendoro. Secara filsafat, dewa adalah nenek moyang.
Banyak orang yang menjadi mayat berjalan atau dikatakan mati. Mati dalam filsafat dimaknai apabila tidak sesuai ruang dan waktu. Manusia dikatakan mati apabila  diri, pikiran, dan hati tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Batu mengalami kematian: bongkahan batu mengakibatkan kematian. Ketika tidak sesuai dengan ruang dan waktu maka itu mitos. Maka mati itu mitos, dan kebalikan dari mitos adalah logos. Logos itu pikiran sehingga sebenar-benarnya tidak berpikir itu mitos.
Sebuah kematian yang hidup
Hidup yang mati
Ramai yang sepi
Sepi yang ramai
Pemahaman saya
Bahwa semua yang ada di dunia memiliki hubungan. Semua yang ADA ini adalah sifat. A membangun B. A dan B adalah apasaja. Orang dikatakan hidup jika berpikir. Orang dikatakan berpikir jika hati, pikiran, dan perilaku tidak sesuai ruang dan waktu. Istilah jawanya adalah nggonpapan.  Manusia yang hidup adalah manusia yang berpikir dan sesuai dengan dengan ruang dan waktu.

Manfaat yang saya petik dari perkuliahan ini
Penyatuan hati, dan pikiran pada tempatnya untuk berperilaku yang baik, jika manusia benar-benar dikatakan hidup.
Hal yang ingin saya ketahui
Bagaimana hidup diantara yang mati?

Referensi:
https://powermathematics.blogspot.com/
https://www.uny.ac.id/

Komentar